Rabu, 02 Oktober 2013

KEBUDAYAAN DAN UNSUR-UNSURNYA

KEBUDAYAAN DAN UNSUR-UNSURNYA

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.

Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.

Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

 Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:

1. Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
o alat-alat teknologi
o sistem ekonomi
o keluarga
o kekuasaan politik

2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
o sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
o organisasi ekonomi
o alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
o organisasi kekuatan (politik)

3. Koentjaraningrat (1985) menyebutkan ada tujuh unsur-unsur kebudayaan. Ia menyebutnya sebagai isi pokok kebudayaan. Ketujuh unsur kebudayaan universal tersebut adalah :
o Sistem Religi.
o Sistem Organisasi Masyarakat
o Sistem Pengetahuan
o Sistem Mata Pencaharian Hidup dan Sistem-Sistem Ekonomi
o Sistem Teknologi dan Peralatan
o Bahasa
o Kesenian

OPINI :
Kebudayaan merupakan identitas suatu bangsa, karena setiap Negara memiliki kebudayaan yang berbeda dan unik. Seharusnya bangsa yang hebat adalah bangsa yang bisa menghargai dan mempertahankan budayanya. Namun di era modernisasi seperti sekarang ini, kebudayaan asli Indonesia sudah mulai tergeser oleh kebudayaan barat. Karena kurangnya rasa bangga dan rasa memiliki akan kebudayaan bangsanya sendiri, sebaiknya kebudayaan ditanamkan sejak dini, agar bangsa Indonesia sudah terbiasa dengan ragam kebudayaannya sendiri sejak kecil. Adapun mungkin harus adanya alat dan penyampaian yang lebih menarik, contohnya saja : batik merupakan pakaian khas Indonesia, dulu orang yang memakai batik dianggap orang yang kuno, karena mereka lebih memilih menggunakan pakaian seperti orang barat yang simple, namun berkat ide-ide jenius anak negeri, sekarang batik lebih di modifikasi agar lebih simple dan menarik, akhirnya sekarang banyak anak-anak muda yang senang menggunakan batik. Dari metode-metode simple namun mengena inilah yang dibutuhkan untuk mengambangkan dan mempertahankan budaya bangsa.
o Sistem Religi : Kepercayaan manusia adanya sang pencipta.
o Sistem Organisasi Masyarakat : Sistem untuk membentuk suatu kelompok masyarakat dengan tujuan yang sama untuk sama-sama berkembang.
o Sistem Pengetahuan : Manusia dilahirkan memiliki akal dan pikiran, sehingga adanya rasa keingintahuan akan ilmu pengetahuan untuk saling menukar informasi.
o Sistem Mata Pencaharian Hidup dan Sistem-Sistem Ekonomi : Manusia terlahir menjadi individu yang punya rasa kepuasan, sehingga saat mereka merasa tidak puas dan menginginkan lebih.
o Sistem Teknologi dan Peralatan : Kemampuan manusia karena memiliki ilmu pengetahuan sehingga manusia mampu menghasilkan system teknologi.
o Bahasa : Sesuatu yang berawal dari hanya sebuah kode, tulisan hingga berubah sebagai lisan untuk mempermudah komunikasi antar sesama manusia. Bahkan sudah ada bahasa yang dijadikan bahasa universal seperti bahasa Inggris.
o Kesenian : Setelah memenuhi kebutuhan fisik manusia juga memerlukan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan psikis mereka sehingga lahirlah kesenian yang dapat memuaskan.


Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya

1 komentar:

Unknown mengatakan...

makasih infonya ya


 
Copyright © Eva's Blog