Penderitaan berasal dari kata derita, yaitu menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Dalam duni modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan teknologi dan sebagainya meyejahterakan manusia dan sebagian lainnyamembuat manusia menderita. Ada beberapa penyebab yang menimbulkan penderitaan manusia ialah kecelakaan, bencana alam, bencana perang, dan lain-lain.
Berita mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi lembaran koran, layar TV, pesawat radio, dengan maksud supaya semua orang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan manusia. Dengan demikian dapat menggugah hati manusia untuk berbuat sesuatu. Nyatanya tidak sedikit bantuan dari para dermawan dan sukarelawan berupa material atau tenaga untuk meringankan penderitaan dan penyelamatan mereka dari musibah. Berikut adalah contoh dari artikel yang menggambarkan manusia dan penderitaan yang berhubungan dengan bencana alam:
HUJAN ABU AKIBAT LETUSAN GUNUNG KELUD
Hujan abu akibat dampak letusan Gunung Kelud telah menerpa
hingga sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Yogyakarta, yang berjarak lebih dari
200km dari gunung Kelud.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana, BNPB, menyebutkan
hujan abu menyebar di beberapa wilayah, seperti Kediri, Malang, Blitar,
Surabaya, Ponorogo, hingga Pacitan, Solo, Yogya, Boyolali, Magelang, Purworejo,
serta Temanggung.
Sejumlah laporan menyebutkan,
masyarakat di sejumlah kota di Jatim, Jateng hingga pulau Madura, merasakan
langsung terpaan hujan abu tersebut.
Gunung Kelud yang terletak di perbatasan Kediri-Blitar, Jawa
Timur, telah meletus sekitar pada pukul 22.50 WIB, Kamis (13/02) malam,
demikian Badan Nasional Penanggulangan Bencana, BNPB, dalam keterangan resminya. Seorang pembaca BBC Indonesia yang tinggal di Magelang,
Jateng, mengatakan, hujan abu terjadi di wilayah tempat tinggalnya. "Agak parah, Magelang masih hujan abu, deras,"
kata Faisal Alib dalam pesannya di situs Facebook BBC Indonesia, Jumat (14/02)
pagi, sekitar pukul 08.30 WIB.
Hujan abu menerpa wilayah Kediri hingga sejumlah wilayah di
Jawa Tengah.
"Abu vulkanik gunung Kelud
sampai ke kota Kamal, Madura," kata Muhammad Taufik, dalam komentarnya. Sementara, seorang warga di Surabaya, Merynda, mengatakan
menyaksikan hujan abu di kotanya pada Jumat pagi. "Hujan abu lumayan
tebal," tulisnya di laman situs Facebook Indonesia.
Evakuasi
warga
BNPB menyatakan, proses evakuasi terhadap warga yang
terdampak letusan gunung Kelud, yaitu mereka yang tinggal di radius 10 km. Mereka yang diungsikan adalah warga dari 35 desa di sembilan
kecamatan di Kabupaten Blitar, Kediri, dan Malang. "Jumlah penduduk terpapar sekitar 201.228 jiwa atau
sekitar 58.341 jiwa kepala keluarga," ungkap data BNPB. Menurut BNPB, masyarakat yang tinggal di radius 15 km banyak
yang kerja bakti membersihkan pasir dan abu di jalan, meskipun hujan abu masih
berlangsung.
Warga yang tinggal di wilayah terdampak diungsikan ke lokasi
aman.
"Pembersihan dilakukan secara
swadaya agar tidak ada kecelakaan lalu lintas karena tebal abu pasir sekitar
3-5 cm," kata BNPB dalam situs resminya. Sementara,
menurut BNPB pada Jumat (14/02) pagi, dampak langsung letusan gunung Kelud ini
menimpa tiga desa di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur. "Yang terdampak tiga desa di Kecamatan Kepung, yakni
Desa Kebonrejo, Desa Besowo, serta Desa Kampung baru," demikian keterangan
resmi BNPB.
Menurut BNPB, kebutuhan mendesak
bagi warga yang tinggal di sekitar desa tersebut adalah masker, mck, air
bersih, air minum dan makanan.
Sumber :
http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/02/140214_gunung_kelud_meletus.shtml
Sumber :
http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/02/140214_gunung_kelud_meletus.shtml



